ARTICLE
Cliche
20 Aug 13
“Jangan sering mengeluh, bersyukurlah untuk hal-hal kecil, berpikilah
positif, jalani dan nikmati, karena semua akan baik-baik saja.” Banyak saksinya calon pengantin malah geram saat mendengarnya. Saya setuju bahwa setiap situasi itu unik, tidak bisa dipukul rata. Tapi bagaimana jika semua nasehat itu merupakan cara terbaik untuk melewati kondisi Anda saat ini? Memang kerap kedengaran klise, tapi daripada stres menunggu nasehat paling tepat—versi  Anda—yang  tak kunjung terdengar, coba maknai kalimat-kalimat di atas tadi lebih dalam lagi.

Smart Complaining
Di hari-hari menuju pernikahan,  pastinya banyak ruang untuk mengeluh. Tapi, mengeluhlah  hanya jika menghasilkan  sesuatu yang positif.  Karena bersungut-sungut itu mudah, tapi tidak akan banyak gunanya merubah situasi buruk jadi lebih baik. Malah menguras energi dan menciptakaan  perasaan negatif  yang tidak memberdayakan diri. Saya jadi ingat pada analogi burung beo dalam buku The Power. Menurut si penulis, Rhonda Byrne, seseorang yang menanggapi sekelilingnya  dengan reaksi negatif, sama seperti burung beo yang terus berkicau di dalam sangkar.  “Aduh, panas nih. Gerah! Kapan sih selesainya?”  Mengeluh sama saja seperti memenjarakan diri sendiri. Setiap kali melakukannya, Anda menambah lagi satu jeruji pada sangkar dan mengurung diri dari berbagai kesenangan.

Stay Positive
Semakin baik perasaan Anda, semakin indah hari-hari Anda. Tetaplah berada di zona positif dengan menyadari bahwa setiap orang memiliki kemampuan  tak terbatas untuk memikirkan  dan membicarakan  apa yang ia cintai. Saat menghadapi  sesuatu yang negatif, luangkan sedikit waktu dan tajamkan fokus hanya pada hal-hal yang Anda cintai; pasangan, keluarga, para sahabat, situasi, kejadian-kejadian, apa
pun, termasuk indahnya bunga-bunga  dekorasi, pita pada sepatu Anda, harum lilin aromaterapi,  dan hal-hal menyenangkan lainnya. Hitunglah satu demi satu secara nonstop sampai Anda takjub, merasa luar biasa nyaman, dan kembali ke zona positif. Mulailah berhenti memikirkan  dan membicarakan  hal-hal yang Anda benci. Yang Anda harus lakukan adalah menyebarkan energi positif  dan cinta yang Anda miliki kepada lingkungan sekitar. Konsepnya sederhana, Anda harus merasa bahagia terlebih dahulu, memberikan  kebahagian kepada lingkungan sekitar, untuk kemudian menerima hal-hal yang membahagiakan.

Set a Big—Realistic—Goal, Celebrate Small Achievements
Tujuan besar Anda adalah memiliki hari pernikahan yang semua acaranya lancar, berkesan, dan indah untuk dikenang kemudian hari. Bukan hari pernikahan yang sempurna lho.  Tujuan tercapai lewat waktu dan usaha. Anggap saja sama lelahnya seperti berusaha sampai ke puncak gunung untuk melihat pemandangan  menakjubkan,  luar biasa indah dan tapi masih jauh di atas sana. Apa yang Anda harus lakukan? Teruslah melangkah. Segala usaha terasa begitu berat dan melelahkan jika Anda tidak menikmati perjalanan. Mendaki dengan hati kesal, rasanya pasti tidak sampai- sampai. Hidup pun terasa sangat sulit dan kejam. Jadi, lihatlah sesekali pada papan petunjuk jalan. "Sudah sampai mana sekarang? Berapa meter lagi?" Apresiasilah  usaha diri yang telah membawa Anda sampai di situ, syukurilah. Rayakan pencapaian kecil itu, juga yang lainnya seperti kucuran keringat yang menyehatkan  atau kicauan burung dan udara segar yang Anda dapatkan. Dengan begitu, perjalanan akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.

Because Everything  Going to be All Right Ketahui bahwa ada hal-hal yang tidak bisa Anda ubah, kewenangan  Semesta, di luar kuasa Anda. Seperti pepatah, “Do the best and let God do the rest” atau pahami lagi Serenity Prayer yang terkanal itu, “God, grant me the serenity to accept the things I cannot change. Courage to change the things I can, and wisdom to know the difference.” Bukannya lantas berserah diri tanpa usaha apa- apa. Know your limit. Lakukan yang terbaik, semaksimal yang Anda mampu. Tapi ingatlah, sebesar apa pun usaha Anda, apa yang memang harus terjadi, akan terjadi. “Que sera, sera. Whatever will be, will be.” Percayalah bahwa semua yang akan terjadi itu baik dan kekhawatiran  tidak berbuah apa pun yang indah.

Karena... rugi saja rasanya jika Anda cemberut di hari pernikahan.  Melewati rentetan perjuangan dan perjalanan untuk sampai di hari istimewa itu, Anda harusnya bahagia. Apalagi dengan semua biaya yang dikeluarkan.  Jika sudah bayar mahal tapi tidak bahagia juga, rugi kan? Jika sudah bayar mahal tapi tidak bahagia juga, lantas apa yang Anda cari? Tidak hanya di sepanjang hari pernikahan saja, tapi juga di hari-hari menuju hari H, Anda seharusnya bahagia. Coba sebentar tengok ke belakang, kunjungi masa lalu. Berapa lama menunggu sampai akhirnya bertemu seseorang yang tepat untuk Anda nikahi? Berapa banyak energi telah habis untuk bersabar menghadapi  ketidakpastian? Berapa banyak waktu dan air mata terbuang untuk those wrong guys? Dalam penantian kali ini, menuju lembaran kehidupan baru, hari-hari Anda sebenarnya dipenuhi oleh cinta. Ini adalah detik-detik menuju terwujudnya  impian. Bukankah Anda seharusnya merasa bahagia dan excited? Itu yang orang-orang  di sekitar coba ingatkan. Jadi, sering dengar bukan berarti sering dilakukan, kan? (VNA)
RELATED ARTICLES
Test Artikel
22 jul 2014

FINAL SNAP » Test pembuatan atrikel baru

SELENGKAPNYA