ARTICLE
Lakukan Tes Kesehatan Pra-Pernikahan
20 Sep 17
Lakukan Tes Kesehatan Pra-Pernikahan!

Saat akan membina sebuah hubungan rumah tangga, jangan sampai seperti pepatah membeli kucing dalam karung. Jangan sampai gangguan kesehatan yang buruk dari pasangan diketahui saat sudah menikah. Sebaiknya Anda beserta pasangan melakukan premarital medical check up atau tes kesehatan pra pernikahan. Hal tersebut untuk mengetahui apakah diri sendiri atau pasangan memiliki gangguan kesehatan yang bisa berakibat buruk bagi hubungan rumah tangga dam dalam hal memperoleh keturunan kelak. Ingat kesehatan adalah kunci dari kehidupan.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan tes kesehatan pra nikah?
Pada dasarnya premarital medical check up dapat dilakukan kapan pun, namun waktu yang tepat adalah enam bulan sebelum menjelang hari pernikahan. Alangkah baiknya apabila kedua calon mempelai dapat mengetahui kondisi kesehatan pasangan masing-masing. Apabila dari hasil tes kesehatan pra-pernikahan ditemukan masalah, dokter akan segera melakukan tindakan pengobatan pada calon mempelai untuk meminimalkan risiko lebih lanjut yang mungkin timbul.

Apa saja risiko penyakit yang bisa menular pada pasangan atau keturunan?
Penyakit seperti diabetes melitus, kelainan jantung, hipertensi, dan kelainan darah cenderung diturunkan. Calon ibu yang mempunyai kadar gula tinggi, bila tidak dikontrol dapat berisiko cacat pada janinnya atau mengalami komplikasi kehamilan seperti janin besar, gangguan pertumbuhan pada janin, proses kelahiran yang sulit atau janin meninggal di dalam kandungan.
Penyakit infeksi seperti hepatitis B juga bisa ditularkan ibu kepada janinnya atau dari sang suami kepada istrinya. Sebagian besar Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk sifilis, herpes, gonorrhea juga bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan pada janin.
Ketidakcocokkan rhesus atau protein antigen yang terdapat pada permukaan sel darah merah, dapat mengakibatkan janin mengalami anemia, jaundice (kuning) dan komplikasi lainnya. Ketidakcocokkan rhesus ini sering terjadi pada pasangan berbeda ras atau pernikahan beda kewarganegaraan.
Kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease merupakan suatu kelainan pembentukan struktur jantung atau pembuluh besar yang keluar dari jantung. “Congenital” artinya “lahir dengan” atau “hadir pada kelahiran’” atau dalam artian “bawaan sejak lahir”.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat.
HIV/AIDS, rusaknya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya.

Apakah yang perlu dipersiapkan jika memiliki rencana langsung punya anak setelah menikah?
Cek kesuburan. Jika pasangan ingin segera punya anak, perlu menjalani konseling pra nikah. Dalam hal ini dilakukan pemeriksaan dengan tujuan agar kehamilan bisa dipersiapkan dan dijalankan dengan baik. Dibutuhkan riwayat kesehatan dan kondisi sosialnya. Antara lain status ekonomi (bekerja atau tidak bekerja) dan suasana di lingkungan keluarga. Termasuk perilaku-perilaku yang tidak mendukung kehamilan, semisal merokok, minuman beralkohol, dan memakai obat-obatan psikotoprika. Selain itu, perlu juga dievaluasi risiko yang bersifat individual yang mungkin timbul terhadap kehamilan. Antara lain usia (masih reproduktif atau tidak), kondisi nutrisi, aktivitas fisik, tingkat pendidikan, tingkat stres, dan bagaimana hubungan dengan pasangan. (EBI, sumber: wowheboh.org, foto: bostonmagazine, chineseenergytherapy)
RELATED ARTICLES
Asupan Penyubur Untuk Sang Mempelai Pria
22 jul 2014

HEALTH » Asupan Penyubur Untuk Sang Mempelai Pria Tidak sedikit pria yang divonis tidak subur oleh dokter dan mengeluhkan permasalahan ini. Menurut survei yang dilakukan oleh penel...

SELENGKAPNYA
Manfaat Madu
22 jul 2014

HEALTH » Manfaat Madu Bagi Anda yang akan melaksanakan pernikahan madu terbilang penting untuk menjaga kondisi tubuh dan kecantikan Anda. Madu menjadi salah satu minuman yang palin...

SELENGKAPNYA