beberapa alasan seseorang mengenakan topeng dalam hidupnya: porphyria cutanea tarda (sensitif terhadap cahaya), pemain Kabuki, koruptor, dan Tukul Arwana—he should be. Kalau sekedar jerawat atau ruam kecil, itu bukan alasan. Freddy Krueger saja bangga dengan wajahnya.

Sayangnya, penampilan jadi alasan utama untuk menopengi wajah, terlepas dari urusan medis, lakon, ngumpet, dan urat malu tadi. Alih-alih kosmetika menempati po"/>
ARTICLE
As You are, Not as You Should Be
17 Feb 31
Ada beberapa alasan seseorang mengenakan topeng dalam hidupnya: porphyria cutanea tarda (sensitif terhadap cahaya), pemain Kabuki, koruptor, dan Tukul Arwana—he should be. Kalau sekedar jerawat atau ruam kecil, itu bukan alasan. Freddy Krueger saja bangga dengan wajahnya.

Sayangnya, penampilan jadi alasan utama untuk menopengi wajah, terlepas dari urusan medis, lakon, ngumpet, dan urat malu tadi. Alih-alih kosmetika menempati posisi sangat penting, bukan untuk menyempurnakan tetapi menutupi. Ada kesenjangan atas fungsi. Bilamana gejala ini jadi lumrah, adalah saat tidak ada yang mengingatkan kalau makeup bukan topeng.

Kita tidak sedang berbicara soal acara TV, karena di situlah lokus pemerkosaan wajah manusia dimulai—dan kita tidak punya kuasa untuk mencegahnya. Dari sana, bencana kosmetika menjadi kenyataan di jalan-jalan, di kantor, bahkan di dalam rumah. Lebih lucu lagi waktu ada istilah manglingi (tidak dapat dikenali-Jawa). Rupanya membuat orang pangling lebih menyenangkan ketimbang membuat orang mengenal baik siapa kita yang sebenarnya.   

God creates those pores by reasons. Menutupinya berarti menentang kehendak Tuhan. Baiklah anda atheis, tapi bagaimana dengan penampilan? Siapa yang bilang concealer, foundation, tint powder, dan loose powder boleh dipakai sama rata sama rasa? Pecat segera orang itu! Ia sengaja menjadikan anda seorang badut untuk ditertawakan. Di mata kamera kebodohan itu abadi dalam foto, karena makeup yang terlampau berat memantulkan cahaya—such face by Swarovski. Dalam proporsi yang manusiawi, makeup akan memberi aksen tanpa menutup pori-pori. Frankly, pores are sexy, especially on blush.

God creates eyelashes shorter than thumb. Ah, saya lupa anda atheis. Tapi memanjangkan bulu mata sampai menyentuh alis sama menggelikannya dengan bulu hidung di ujung bibir. Apalagi kalau anda memperbuas mata anda dengan bulu mata tambahan di bagian bawah—oh it’s venus flytrap, awesome!

God doesn’t create duo-tone faces. Tidak peduli anda atheis atau bukan, tolong samakan warna wajah dan leher anda. Atau setidaknya berikan mereka kesempatan untuk tampil senada di depan kamera. Hal ini berlaku pula untuk bahu kalau ia harus ikut terbuka.

Nothing to do with God for those flattens lips. Hanya Dita von Teese dan Madonna by Madame Tussauds yang boleh menampilkannya. Lipstick memberi warna bukan menutupi bibir dan menjadikannya seperti plastik. Bibir secara alami punya guratan-guratan. Terkadang ada rekahan besar di tengahnya. Sekali lagi, aksentuasi bukan menutupi.

Blame God for that race variety. Kali ini anda setuju dengan saya, anda adalah atheis sejati. Mind your skin tone and keep on its color. Kengerian terjadi saat seseorang ingin tampil lebih putih atau lebih gelap dari warna kulitnya. Seringnya bahkan jauh lebih putih dari warna aslinya. Dan anda masih menganggap itu cantik?   

God! What is that? Ini terjadi ketika pewarna pipi anda jauh lebih menarik perhatian ketimbang piring terbang. Remember—Blush color has to be lighter than lipstick color. Jika sebaliknya yang anda lakukan, jangan salahkan kalau kamera National Geographic mengejar anda. Hey! It’s a Baboon.

Kenapa harus menjadi orang lain saat anda bisa menjadi diri sendiri? Percayalah, menjadi diri sendiri jauh lebih sulit daripada mematut diri sebagai orang lain. Apabila anda bisa mencapainya, itu adalah sebuah anugrah. Mungkin tuhan akan menjawab: “Thy inner beauty is a bless”. Dan jangan khawatir, dia akan segera noneksis lagi setelah menjawabnya.
RELATED ARTICLES
Resurrection: Story Behind The Desk
22 jul 2014

BEAUTY & SPA » Sudah dua tahun sejak Witri memegang edisi perdana Le Mariage yang berwarna hijau terang itu. Selain kami, anda, dan para klien yang setia mendukung Le Mariage, Witri terma...

SELENGKAPNYA
Beauty Duty: You Want To Look Good, Really Good
22 jul 2014

BEAUTY & SPA » Untuk pernikahan, penampilan adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar—siapa yang tidak setuju dengan ini? Seorang pengantin adalah pusat perhatian dan tidak ada...

SELENGKAPNYA